Menunggu saat-saat menjelang berbuka puasa, biasa disebut dengan "NGABUBURIT", adalah saat-saat yang menyenangkan. Sambil menunggu saat adzan maghrib tiba, banyak hal yang dilakukan orang-orang mulai dari keliling jalan mencari takjil, ada yang duduk-duduk sambil baca koran, ada yang sibuk menyiapkan makanan, ada yang nonton TV ada juga asyik mengaji membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Teringat saat di kampung halaman, sambil duduk-duduk di ruang tamu melihat hilir mudik tetangga yang sibuk mencari takjil yang dijajakan oleh tetangga sebelah. Kadang-kadang ngobrol ringan bersama emak dan bapak juga sodara di ruangan. Senyum-senyum merekah mewarnai suasana senja yang dihiasi langit berwarna merah jingga. Senang banget jika teringatnya.
tapi sekarang, semua itu tertinggal menjadi kenangan. Entah kapan itu akan terjadi lagi? Kini, Bapakku hanya bisa terbaring....... sementara emak masih dengan kesabaran tetap merawat bapak. Ah, emak. Aku merindukanmu. Aku rindu suasana seperti dulu. Anakmu ini masih saja menjadi anak yang bandel. Padahal usia pun bukan lagi remaja.
Ngabuburit bersama keluarga, meski dengan hidangan seadanya bahkan tak terkesan mewah tetap menjadi suasana yang menyenangkan. Maafkan anakmu, jika tak bisa lagi menemanimu seperti dulu. Kini biarkan anakmu meringankan beban yang sempat menjadi tanggung jawabmu. Oleh karena itulah, anakmu tak bisa lagi bersama-sama seperti dulu. Meskipun sebenarnya aku sangat ingin bersama emak seperti dulu.........
Selamat berbuka puasa, emakku, bapakku juga sodara2ku! do'amu senantiasa kuharapkan.
Teringat saat di kampung halaman, sambil duduk-duduk di ruang tamu melihat hilir mudik tetangga yang sibuk mencari takjil yang dijajakan oleh tetangga sebelah. Kadang-kadang ngobrol ringan bersama emak dan bapak juga sodara di ruangan. Senyum-senyum merekah mewarnai suasana senja yang dihiasi langit berwarna merah jingga. Senang banget jika teringatnya.
tapi sekarang, semua itu tertinggal menjadi kenangan. Entah kapan itu akan terjadi lagi? Kini, Bapakku hanya bisa terbaring....... sementara emak masih dengan kesabaran tetap merawat bapak. Ah, emak. Aku merindukanmu. Aku rindu suasana seperti dulu. Anakmu ini masih saja menjadi anak yang bandel. Padahal usia pun bukan lagi remaja.
Ngabuburit bersama keluarga, meski dengan hidangan seadanya bahkan tak terkesan mewah tetap menjadi suasana yang menyenangkan. Maafkan anakmu, jika tak bisa lagi menemanimu seperti dulu. Kini biarkan anakmu meringankan beban yang sempat menjadi tanggung jawabmu. Oleh karena itulah, anakmu tak bisa lagi bersama-sama seperti dulu. Meskipun sebenarnya aku sangat ingin bersama emak seperti dulu.........
Selamat berbuka puasa, emakku, bapakku juga sodara2ku! do'amu senantiasa kuharapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar