Kamis, 07 Januari 2010

RAMADHAN Greeting!!!!!!!!!

  1. T'selip khilaf dlm candaku, T'gores luka dlm tawaku, T'simpan pilu dlm tingkahku, T'singgung rasa dlm biacaraku....Kini bln suci itu tlah tiba...bln ramadhan bln penuh ampunan....bersihkan hati, sucikan diri Mhn d'maafkan sgala kekhilafan & kesalahan... (Andrik, 21.08.'09, 22:03)
  2. Ada slh kata saat berbicara, ada kekliruan d kala bertindak, ada kkhilafan ktika mnulis. Mari d bln suci qt koreksi diri utk mnjadi yg lbih baek. MARHABAN y ROMADHON (Rofian, 21.08.'09, 19:56)
  3. Sblm cahaya surga padam, Sblm hidup berakhir, sblm pintu tobat trtutup, Sblm Ramadhan dtg, aku MHN MAAF atas sgala khilaf & salah....Met Puaza ya......!!lg ngapain??? (Supra, 21.080'09, 19:48)
  4. Ass.wr.wb...di pghujung bln sya'ban mnanti Keagungn bln Ramadhan, stahun prjlanan khidupn mustahil tnp kekhilafan, dg kerendahan hati kami mhn maaf ats sgala kekhilafan (saifudin sekeluarga, 21.080'09, 17:16)
  5. 1 hr lg nafas ini mnjadi tasbih, 1 hr lg tdur ini mnjadi ibadah, 1 hr lagi do'a2 ini di ijabah, 1 hr lg pahala ini dlipatgandakan, tp tu smua ta'kan terjadi tnpa maafmu.....(Misri, 21.08.'09, 15:08)

Rabu, 26 Agustus 2009

Ngabuburit!!!!!!!!!!!!

Menunggu saat-saat menjelang berbuka puasa, biasa disebut dengan "NGABUBURIT", adalah saat-saat yang menyenangkan. Sambil menunggu saat adzan maghrib tiba, banyak hal yang dilakukan orang-orang mulai dari keliling jalan mencari takjil, ada yang duduk-duduk sambil baca koran, ada yang sibuk menyiapkan makanan, ada yang nonton TV ada juga asyik mengaji membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Teringat saat di kampung halaman, sambil duduk-duduk di ruang tamu melihat hilir mudik tetangga yang sibuk mencari takjil yang dijajakan oleh tetangga sebelah. Kadang-kadang ngobrol ringan bersama emak dan bapak juga sodara di ruangan. Senyum-senyum merekah mewarnai suasana senja yang dihiasi langit berwarna merah jingga. Senang banget jika teringatnya.
tapi sekarang, semua itu tertinggal menjadi kenangan. Entah kapan itu akan terjadi lagi? Kini, Bapakku hanya bisa terbaring....... sementara emak masih dengan kesabaran tetap merawat bapak. Ah, emak. Aku merindukanmu. Aku rindu suasana seperti dulu. Anakmu ini masih saja menjadi anak yang bandel. Padahal usia pun bukan lagi remaja.
Ngabuburit bersama keluarga, meski dengan hidangan seadanya bahkan tak terkesan mewah tetap menjadi suasana yang menyenangkan. Maafkan anakmu, jika tak bisa lagi menemanimu seperti dulu. Kini biarkan anakmu meringankan beban yang sempat menjadi tanggung jawabmu. Oleh karena itulah, anakmu tak bisa lagi bersama-sama seperti dulu. Meskipun sebenarnya aku sangat ingin bersama emak seperti dulu.........
Selamat berbuka puasa, emakku, bapakku juga sodara2ku! do'amu senantiasa kuharapkan.

Selasa, 25 Agustus 2009

Marhaban Ya Ramadhan 1430 Hijriyah

"Untuk meraih kemenangan, mari sambut bulan penuh ampunan dg saling memaafkan... hilangkan sakit di hati, mari benahi diri... Marhaban ya Ramadhan. Met Puasa Ya.... ^-^" itulah sms dari salah satu sodaraku yg hampir tidak pernah lagi bertemu. Sebenarnya sms itu merupakan sms balasan setelah kukirim sms greting Ramadhan. Ada lagi "Terselip khilaf dlm candaku, tersimpan pilu dalam tingkahku, tersinggung rasa dalam bicaraku.... Kini bln suci itu tlah tiba.... bln Ramadhan, bln penuh ampunan.... Bersihkan hati, sucikan diri Mohon dimaafkan sgala kekhilafan & kesalahan....." sms dari seorang teman yg kini merantau di kota metropolitan, Jakarta. Masih ada beberapa sms yg terkirim di ponsel mungilku. Tiba-tiba perasaanku terbang ke masa lalu saat membaca sms mereka. Tak terasa masa telah mengantarku di usia yang bukan lagi kanak-kanak. Indah nian tiada tergambar suasana Ramadhan di kampung bersama sodara, teman-teman dan tetangga. Setiap malam, riuh renyah suara adzan, ayat2 Al-Qur'an mengalun di setiap surau dan musholla. oh Ya Allah...... Hamba rindu. Bersujud, bersimpuh dan memeluk kitab Suci itu.

Setetes air bening menuruni dan menelusuri kedua pipi. Rinduku menyeruak untuk senantiasa bersimpuh di hadapan-Mu. Marhaban Ya Ramadhan!!!!! Syukur Alhamdulillah ya Allah, masih Engkau pertemukan Hamba-Mu dengan bulan penuh ampunan dan bulan penuh berkah ini ya Allah....Hamba hanya seorang manusia nista yang tiada daya dan upaya. Selalu saja bersimpuh di hadapan-Mu di kala menemui kesulitan. Tapi bukankah Hamba senantiasa dalam kegalauan? Mungkinkah dengan begini, sehingga Engkau tak akan pernah membiarkanku melupakan-Mu dalam ingatanku? Alhamdulillah Ya Allah..... Jiwaku sungguh dahaga.... Serasa ku tak memiliki tempat bersandar, kecuali hanya pada-Mu. Ampuni Hamba, ya Allah........

Lagi-lagi ku berada di luar kota.